Amanah da’wah bak gugusan kepulauan. Satu pulau terlewati, pulau-pulau lain menanti untuk disatroni. Tamsil demikian terasa pas untuk menggambarkan semangat Bidang Perempuan DPC PKS Pondok Gede untuk terus menyapa setiap target da’wah di Kecamatan Pondok Gede.
Seakan belum puas dengan ekstensi dan aktivasi Pos Wanita Keadilan (Pos WK) yang semakin merata di seluruh wilayah Pondok Gede, para akhwat Bidpuan sudah merambah da’wah baru di lingkungan muslimah penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, yang lebih kita kenal dengan sebutan PKK.
Awalnya, 29 Juni 2011 silam, Bidpuan DPC mengadakan Pelatihan Kompetensi Diri bagi para muslimah tokoh masyarakat di Kelurahan Jaticempaka. Hadir sebagai pembicara adalah Ir. Adi Bella Djoened, aktivis perempuan dari DPD PKS Kota Bekasi.
Tampaknya gayung bersambut. Acara ini mendapat respons yang sangat positif dari para peserta. Bahkan Bapak Camat Pondok Gede pun memberikan apresiasi yang tinggi, dan menyatakan bahwa acara seperti ini sangat positif bagi pemberdayaan kaum perempuan di Pondok Gede. Bukan hanya memuji, beliau juga meminta agar acara serupa dapat diadakan di kelurahan-kelurahan yang lain.
Sempat terputus dengan ansyithoh Ramadhan 1432 H dan ‘Iedain, mulai minggu ini permintaan Pak Camat tersebut tidak disia-siakan oleh Bidpuan. Hari kemarin (28/11) dan hari ini (29/11) pelatihan serupa kembali digelar di dua kelurahan, Jatimakmur dan Jatiwaringin.
Pada kedua acara tersebut Bidpuan DPC menggandeng Yayasan Peduli Anak dan Perempuan sebagai pengisi acara. Pelatihan kompetensi diri di Kelurahan Jatimakmur diisi oleh Ibu Irma Yanti, sementara itu di kelurahan Jatiwaringin kembali diisi oleh Ibu Adi Bella Djoened.
Respons peserta setali tiga uang dengan acara yang digelar di Kelurahan Jaticempaka beberapa bulan lalu. Mereka menyambut dengan antusias. Dengan pelatihan tersebut, ibu-ibu peserta mendapatkan pencerahan dan motivasi untuk senantiasa terus belajar dan terus melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidup dan kehidupan.
“Program ini sangat baik, dan kami harapkan dapat diadakan lagi dengan materi yang berbeda,” ujar Ketua PKK Kelurahan Jatiwaringin yang juga istri dari Bapak Lurah Jatiwaringin, Ibu Indri Heriyanto. Senada dengan Ibu Indri, Ibu Yaminiani juga menginginkan program ini dapat diadakan di kesempatan yang lain. Ibu Yaminiani adalah Ketua PKK Kelurahan Jatimakmur yang sekaligus istri Bapak Lurah Jatimakmur.
Sanggupkah Bidpuan DPC menjawab antusiasme ibu-ibu PKK tersebut?
“Insya Allah!,” tegas Ustadzah Nurul Qomariyah, Ketua Bidpuan DPC. “Kami, bekerja sama dengan Yayasan Peduli Anak dan Perempuan yang memang ahli di bidang pemberdayaan perempuan ini, telah menyiapkan proposal lanjutan program ini,” lanjut ustadzah Nurul.
Bukan hanya di Kelurahan Jaticempaka, Jatimakmur, dan Jatiwaringin saja, Ustdazah Nurul dan jajarannya di Biro PKKP (Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan) juga telah merancang program serupa untuk Kelurahan Jatibening dan Jatibening Baru.
Jadi tepatlah bagi mereka pepatah ini: sekali biduk dikayuh, pantang surut ke belakang.
Dan biduk itu pun terus menghampiri pulau demi pulau, satu per satu, hingga seluruh pulau dalam gugusan itu terwarnai. Entah sampai kapan Allah akan tentukan.





